Dari Hutan ke Runway: Mengubah Buah Berenuk yang Terlupakan Menjadi Tas Etnik Berkelas Dunia



 JAKARTA, 7 April 2026 – Siapa sangka buah yang sering dianggap "beracun" dan dibiarkan jatuh membusuk di pinggir jalan kini bertransformasi menjadi incaran para pencinta fashion berkelanjutan? Berenuk (Crescentia cujete), buah bulat keras yang selama ini hanya menjadi penghias pohon, kini naik kelas menjadi bahan utama kerajinan tas tangan eksklusif yang memadukan unsur alam dengan kemewahan modern.

​Di tangan para perajin kreatif, tekstur kulit buah berenuk yang kokoh dan berbentuk bulat sempurna dimanfaatkan sebagai kerangka tas yang kokoh. Tren ini muncul sebagai jawaban atas kejenuhan pasar terhadap material plastik dan sintetis, sekaligus menjadi solusi ekonomi sirkular bagi masyarakat pedesaan.

​Proses Panjang di Balik Keindahan

​Menciptakan satu buah tas berenuk bukanlah perkara mudah. Prosesnya membutuhkan ketelitian tinggi dan kesabaran ekstra agar menghasilkan produk yang awet dan tidak berbau. Berikut adalah tahapannya:

​Seleksi dan Pemanenan: Hanya buah yang sudah benar-benar tua dengan diameter proporsional yang dipilih.

​Pembersihan Isi: Bagian dalam buah yang lunak dikeluarkan secara perlahan melalui lubang kecil agar cangkang tetap utuh.

​Pengawetan Alami: Cangkang dikeringkan dengan cara dijemur dan direbus dengan larutan khusus untuk menghilangkan sisa daging buah dan mencegah jamur.

​Pengamplasan: Kulit luar diamplas hingga halus, menonjolkan urat alami yang menyerupai marmer atau kayu mahal.

​Finishing & Perakitan: Tahap akhir melibatkan pemberian lapisan pelindung (coating), penambahan aksen kulit premium untuk tali, serta pemasangan furing kain batik atau beludru di bagian dalam.


​Sentuhan Seni yang Personal

​"Setiap tas berenuk adalah produk yang unik. Tidak ada dua tas yang benar-benar sama karena serat dan bentuk alami buah tidak pernah identik," ujar salah satu desainer lokal yang memelopori gerakan ini.

​Tas berenuk kini tidak hanya hadir dalam bentuk polos. Banyak perajin mulai menambahkan teknik ukir tradisional, lukisan tangan, hingga aplikasi manik-manik yang membuat nilai jualnya meroket hingga jutaan rupiah di pasar internasional.

​Mendukung Mode Berkelanjutan

​Selain nilai estetika, tas berenuk menjadi simbol perlawanan terhadap fast fashion. Penggunaan material organik ini secara signifikan mengurangi jejak karbon. Konsumen kini tidak hanya membeli sebuah tas, tetapi juga berinvestasi pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan perajin lokal.

​Kehadiran tas unik ini membuktikan bahwa dengan sentuhan kreativitas, limbah alam yang terabaikan bisa bertransformasi menjadi mahakarya yang elegan dan berdaya saing global.

​Sumber Media:

Tim Hubungan Masyarakat

Email: press@kerajinanindonesia.id

Situs Web: www.kerajinanberenuk.com

Untuk pemesanan bisa menghubungi 0858 6215 7665 Asep

(Red).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate