Grebek Transaksi di Ring 1 VVIP, Denintel Kodam III/Siliwangi Bongkar Jaringan Obat Terlarang di Bandung


 BANDUNG, 7 April 2026 – Ketangkasan personel Detasemen Intelijen (Denintel) Kodam III/Siliwangi kembali membuahkan hasil. Dalam sebuah operasi pengamanan tertutup (Pam Tup) di kawasan strategis VVIP sekitar Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, petugas berhasil meringkus dua orang terduga pengedar obat-obatan keras golongan G pada Senin sore (6/4).

​Penangkapan ini menjadi sorotan lantaran para pelaku nekat melakukan transaksi secara terang-terangan di area publik yang masuk dalam pengawasan ketat militer.

​Kronologi: "Kucing-Kucingan" di Area Sensitif

​Aksi pelaku terendus saat personel Denintel yang sedang bertugas melakukan pemantauan rutin. Gerak-gerik mencurigakan dua pria yang tengah melakukan transaksi memicu kecurigaan petugas. Tak butuh waktu lama, petugas langsung melakukan penyergapan dan penggeledahan di lokasi.

​Dari tangan tersangka, TNI mengamankan barang bukti yang cukup fantastis: ± 3.500 butir obat keras jenis Tramadol siap edar.

​Temuan Mengejutkan: Aroma "Back-up" Oknum Aparat

​Penyelidikan tidak berhenti pada barang bukti fisik. Saat melakukan pendalaman melalui pemeriksaan digital pada ponsel tersangka, tim Denintel menemukan bukti percakapan yang mengejutkan.

​Berdasarkan riwayat pesan singkat yang ditemukan, bisnis ilegal ini diduga kuat mendapat perlindungan atau back-up dari seorang oknum anggota kepolisian.

​"Dari pengakuan tersangka dan bukti percakapan digital, muncul nama oknum berinisial B yang diduga bertugas di Polsek Sukasari, Kota Bandung," ungkap sumber di lapangan.

​Detail Barang Bukti & Langkah Selanjutnya

​Jenis Obat: Tramadol (Golongan G)

​Jumlah: Sekitar 3.500 Butir

​Lokasi Penangkapan: Area VVIP, Sekitar RS Hasan Sadikin, Bandung

​Waktu: Senin, 6 April 2026

​Komitmen Transparansi Hukum

​Saat ini, kedua tersangka beserta ribuan butir obat terlarang tersebut telah diamankan di markas Denintel Dam III/Siliwangi untuk pemeriksaan lebih mendalam.

​Pihak Kodam III/Siliwangi menegaskan akan segera melakukan koordinasi intensif dengan Polrestabes Bandung terkait dugaan keterlibatan oknum anggota Polsek Sukasari. Langkah ini diambil guna memastikan proses hukum berjalan transparan, tanpa pandang bulu, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku demi menjaga kondusivitas Kota Bandung dari peredaran obat terlarang.

​Sumber: Laporan Lapangan Denintel Kodam III/Siliwangi

(Red).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate