Insiden ‘Gebraki Meja’ di Puskesmas Keliling, Pelayanan Publik Margasuka Jadi Sorotan Panas


 BANDUNG, 18 Mei 2026 – Suasana pelayanan kesehatan di wilayah Margasuka yang seharusnya tenang mendadak mencekam. Belum genap 100 hari menjabat, Lurah Margasuka, Darmawansyah, kini tengah menjadi buah bibir publik menyusul insiden emosional yang terjadi di lokasi kegiatan Puskesmas Keliling di area Posyandu.

​Peristiwa yang memicu ketegangan ini bermula dari sebuah kesalahpahaman komunikasi yang melibatkan Ketua TP PKK Kelurahan Margasuka, Regina (istri Lurah), dan Kepala UPTD Puskesmas Cibolerang, dr. Ira.

​Kronologi Ketegangan di Ruang Medis

Kejadian bermula saat Regina mendatangi lokasi untuk membahas koordinasi program kerja. Namun, di saat yang sama, dr. Ira tengah berkonsentrasi penuh menangani pasien pertama. Sebagai tenaga medis profesional, dr. Ira memilih mendahulukan keselamatan dan privasi pasien, sebuah tindakan yang justru direspon berbeda oleh pihak kelurahan.

​Situasi memuncak ketika Lurah Darmawansyah tiba di lokasi. Dalam pengakuannya kepada media, ia membenarkan telah melakukan tindakan drastis dengan menggebrak meja pemeriksaan.

​"Ya, saya yang lebih dulu menggebrak meja. Maksud saya agar suasana tenang," ujar Darmawansyah saat dikonfirmasi. Ia berdalih bahwa sebagai pejabat baru, dirinya merasa kurang dihargai karena tidak mendapat sapaan di tengah kesibukan pelayanan tersebut.

​Profesionalisme Medis vs Etika Birokrasi

Di sisi lain, dr. Ira memberikan penjelasan yang kontras. Ia menegaskan bahwa dalam prosedur medis, terdapat "Rahasia Jabatan" dan standar pemeriksaan yang tidak boleh diganggu guna meminimalisir kesalahan diagnosis maupun pemberian resep.

​"Saya tidak pernah berniat bersikap tidak baik. Selama 9 tahun bertugas, hubungan saya dengan warga dan instansi selalu harmonis. Namun, pelayanan pasien tetap harus menjadi prioritas utama di ruang pemeriksaan," tegas dr. Ira.

​Evaluasi Besar Pelayanan Publik

Insiden ini kini menjadi sorotan tajam warga Bandung. Masyarakat menyayangkan aksi emosional di area fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pasien. Banyak pihak berharap kejadian ini menjadi evaluasi bagi para pejabat publik untuk lebih mengedepankan etika komunikasi dan menghormati standar profesionalisme profesi lain.

​Meski sempat memanas, pihak Puskesmas menyatakan tetap terbuka untuk menjalin koordinasi di waktu dan tempat yang tepat demi kepentingan kesehatan masyarakat Margasuka.

​Sumber Media:

Redaksi Cyber Nusantara

www.cybernusantara1.id

(Red).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate