PONOROGO – Jagat maya kembali dihebohkan dengan kisah "Cinta Sejati Tak Pandang Usia" yang datang dari Bumi Reog. Pasangan Ahmad Suryatna (30) dan Sisri (58) membuktikan bahwa perbedaan usia hampir tiga dekade bukanlah penghalang untuk mengikat janji suci di hadapan hukum dan agama.
Momen sakral ijab kabul yang berlangsung khidmat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jenangan, Ponorogo, pada Rabu lalu, kini menjadi viral. Pasangan ini akhirnya meresmikan pernikahan mereka secara negara setelah sebelumnya menjalani pernikahan siri selama empat tahun sejak 2021.
Bermula dari Kemudi Truk hingga ke Hati
Siapa sangka, benih cinta ini tumbuh di atas aspal. Ahmad merupakan sopir truk yang telah bekerja pada Sisri sejak tahun 2018. Berawal dari hubungan profesional antara bos dan karyawan, kekaguman Ahmad tumbuh melihat sosok Sisri yang mandiri namun tetap penuh perhatian.
"Awalnya saya bekerja dengan istri saya sekitar tiga tahun. Karena kasihan beliau hidup sendiri, akhirnya saya memberanikan diri. Beliau orang yang sangat baik dan cantik di mata saya," ungkap Ahmad dengan nada mantap.
Sempat Ragu dan Menolak, Ahmad Bawa Orang Tua Sebagai Bukti
Perbedaan usia 28 tahun—di mana Sisri lahir pada 1968 dan Ahmad pada 1996—sempat membuat Sisri didera keraguan. Sisri yang sudah memiliki dua anak dan dua cucu ini awalnya merasa tidak percaya saat sang sopir menyatakan keseriusannya.
Namun, Ahmad membuktikan bahwa ini bukan sekadar cinta sesaat. Ia memboyong kedua orang tuanya dari Desa Wates untuk melamar Sisri secara resmi, sebuah tindakan yang akhirnya meluluhkan hati sang pujaan hati.
Menepis Stigma dengan Keharmonisan
Meski tak jarang mendapat pandangan miring dari lingkungan sekitar selama empat tahun menjalani nikah siri, pasangan ini tetap konsisten menunjukkan keharmonisan. Keputusan untuk meresmikan pernikahan di KUA tahun ini menjadi penegasan bahwa komitmen mereka sudah bulat.
Kisah Sisri dan Ahmad menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa kebahagiaan tidak memiliki rumus baku. Terkadang, jodoh tidak datang dalam usia yang sebaya, melainkan dalam sosok yang mampu memberikan rasa nyaman dan kepedulian yang tulus.
(Red).
